Optimalkan Big Data, Peluang Emas Perusahaan E-Commerce

23 August 2016 oleh Marketing Udata


Belanja itu Gak Ribet!

Ya, begitulah tagline salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia. Kemudahan dalam jual-beli inilah yang kita rasakan sekarang. Betapa tidak, kemunculan berbagai perusahaan startup perlahan mulai merubah perilaku manusia. Dulu kita bersama keluarga atau kerabat sering meluangkan waktu untuk berbelanja ke pasar atau mall, tetapi apa yang terjadi saat ini? Cukup duduk manis sambil minum kopi di depan laptop, apa yang diinginkan akan kita dapatkan dengan cepat dan mudah.

Tentu perubahan ini tidak bisa kita hindari. Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan e-commerce pun diprediksi akan terus meningkat. Hal ini tidak terlepas dari revolusi pengunaan smartphone untuk belanja online. Siapa yang tidak memiliki smartphone di era digital ini? Menurut lembaga riset digital marketing, Emarketer memperkirakan tahun 2018 pengguna smartphone mencapai lebih dari 100 juta jiwa dari total 250 juta penduduk di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia akan menjadi negara terbesar keempat pengguna smartphone setelah Cina, India dan Amerika.

Apakah Anda sudah melihat potensi dibalik hadirnya smartphone?

Lazada menjadi perusahaan online shop yang dengan sigap memanfaatkan perkembangan teknologi. Hal ini bisa kita lihat bagaimana selama 4 tahun kiprahnya di Indonesia, Lazada langsung mengalami dampak perubahan penggunaan smartphone di Indonesia. Kalau Anda masih ingat, belum ada seorang pun yang mengakses Lazada menggunakan mobile platform sejak kemunculannya tahun 2012. Namun hal tersebut langsung terbalik 180 derajat, 4 tahun berselang. Siapa sangka, setelah menerapakan mobile platform ini, sebanyak 60% penggunanya mengakses Lazada untuk melakukan transaksi.

Pencapaian ini tidak terlepas dengan transformasi infrastruktur yang semakin canggih. Saat ini, smartphone kita tidak hanya terkoneksi dengan jaringan 3G atau 2G karena layanan 4G LTE pun sudah mulai merambah ke seluruh wilayah Indonesia. Hampir semua operator saat ini berlomba menawarkan layanan internet super cepat, yang tentunya akan turut mendorong percepatan industri e-commerce di Indonesia.

Tapi perlu dicatat, berkembang pesatnya teknologi turut mempengaruhi jumlah pemakaian data yang semakin meningkat. Apabila Anda jeli dengan situasi seperti ini, melalui pemanfaatan data tersebut akan membantu meningkatkan profit perusahaan Anda. Nah, kemampuan dalam mengoptimalkan sistem Big Data inilah yang juga menjadi salah satu kunci dibalik kesuksesan Lazada. Melalui tim data science yang dimiliki, Lazada mampu mempercepat dalam memeriksa dan memverifikasi produk yang ditawarkan. Dengan demikian, karyawan pun lebih produktif dalam menyelesaikan pekerjaan lainnya.

Di samping itu, konsumen juga akan lebih dimanjakan dengan pelayanannya. Selain mampu menerima informasi relevan secara detail dalam hitungan detik, pelanggan juga dapat memilih berbagai produk dari vendor yang berbeda. Dengan meningkatnya daya beli konsumen, akan menjadi magnet tersendiri bagi pengiklan untuk memasang iklannya. Hasilnya, laporan keuangan Lazada pada tahun 2015 mencatat total pemasukan sebesar US$ 310 juta atau naik 78,2% dibandingkan 2014.

Sayangnya, semakin ketatnya persaingan di industri ini membuat pelanggan banyak pertimbangan ketika akan membeli produk. Banyak faktor yang melatarbelakangi perilaku konsumen tersebut. Untuk menangani permasalahan tersebut, Churn Prediction menjadi solusi yang tepat bagi perusahaan Anda. Melalui layanan tersebut, mampu membantu perusahaan Anda dalam membuat prediksi untuk mengetahui tingkat kecenderungan pelanggan yang melakukan churn.

Dengan melakukan CRM yang tepat sasaran, layanan yang disediakan PT. Telkom Indonesia ini memungkinkan perusahaan Anda mencegah pelangganya untuk churn layanan. Selain itu, perusahaan tentu akan lebih memahami apa yang diinginkan pelanggannya. Sehingga tidak hanya mampu mempertahankan palanggan lama, tetapi juga memungkinkan pelanggan baru akan terus bermunculan.


|ecommerce  |CRM  |Bigdata