RISK SCORING API


Layanan ini menyediakan model risk scoring berdasarkan profil nasabah dalam seleksi penerima kredit. Melalui analisa data mengenai pola pembayaran layanan pada Telkomsel, Indohome dan lainnya, layanan ini mencakup baik untuk enterprise/corporate customer Telkom maupun perusahaan perbankan, multifinance dan pegadaian. Tersedianya model ini memiliki tujuan khusus, diantaranya:

1. Memperkaya data referensi (cross-checking) berupa informasi tambahan kepada para penyedia kredit (multifinance/LPIP/perbankan) untuk melakukan justifikasi atas kelayakan pemberian kredit kepada nasabah menggunakan dengan sistem score.

2. Mengurangi tingkat gagal bayar angsuran (non-performing loan/NPL).

 

Keunggulan mutlak dari layanan Risk Scoring kami:

•Mengcover 70% dari penduduk Indonesia

•7 dari 10 orang yang memiliki HP adalah pengguna provider Tekomsel

•Telco Collection Rate kami sebesar 95% (lebih baik dari perbankan yg hanya 85%)

 

FITUR


Suggested Profile

Suggested Time To Call & Push Ads

Risk Score

Payment Behaviour

FAQ


Credit scoring atau penilaian kredit adalah sistem yang digunakan oleh bank atau lembaga pembiayaan lainnya yang berguna untuk menentukan apakah calon nasabah layak atau tidak mendapatkan pinjaman.

Credit scoring membantu bank dalam menganalisa permohonan kredit calon nasabah. Selain itu, dengan credit scoring kreditur dapat membandingkan informasi debitur dengan kinerja pinjaman nasabah lain dengan profil yang sama.

Selain membantu bank menentukan apakah pinjaman calon nasabah disetujui atau tidak, credit scoring juga dapat menentukan berapa besarnya pinjaman yang akan calon nasabah peroleh. Jika ternyata hasil credit scoring kecil, calon nasabah kemungkinan masih dapat memperoleh pinjaman tetapi dengan bunga yang lebih tinggi, atau diharuskan memberikan jaminan/ agunan.

Risk scoring merupakan suatu risiko kerugian yang disebabkan oleh ketidak mampuan (gagal bayar) dari debitur atas kewajiban pembayaran utangnya baik utang pokok maupun bunganya ataupun keduanya.

  • Lending risk yaitu risiko akibat nasabah/debitur tidak mampu melunasi fasilitas yang telah diberikan oleh bank baik berupa fasilitas kredit langsung maupun tidak langsung. 
  • Counter party risk yaitu risiko di mana counter part tidak bisa melunasi kewajibannya ke bank baik sebelum tanggal kesepakatan maupun pada saat tanggal kesepakatan.
  • Issuet risk yaitu risiko di mana penerbit suatu surat berharga tidak bisa melunasi kepada bank sejumlah nilai surat berharga yang dimiliki bank.

Selain untuk menetapkan langkah-langkah penanganan yang diperlukan sejak dini, juga untuk menetapkan standar ukuran risiko yang dapat diterima bank dalam penyaluran kredit dengan menggunakan satu acuan ukuran yang lebih obyektif. Sehingga dapat diperkirakan kemungkinan tingkat kegagalan pengembalian kredit.